Info Puasa Muharram 2026

Temukan info puasa Muharram 2026, dan persiapkan amalan terbaik dari sekarang. Sebab kita tahu bulan Muharram selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini menyimpan banyak keistimewaan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan di dalamnya adalah puasa Muharram, yang menurut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam merupakan puasa terbaik setelah puasa Ramadan.

Nah, bagi Sobat Wakaf yang ingin memanfaatkan bulan Muharram 1448 H di tahun 2026 ini dengan sebaik-baiknya, ada baiknya mengetahui lebih dulu jadwal lengkap, keutamaan, hingga tata cara ibadah yang bisa dilakukan. Informasi yang tepat akan membantu kita mempersiapkan diri jauh-jauh hari, sehingga tidak ada momen berharga yang terlewat. Yuk, simak info puasa Muharram 2026 di bawah ini!

Kapan Bulan Muharram 2026 Dimulai?

Sebelum mengetahui info puasa Muharram 2026, sudah sepatutnya kita mengetahui kapan berlangsungnya bulan tersebut. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada tanggal 16 Juni 2026. Namun perlu diingat, penetapan tanggal resminya tetap menunggu hasil rukyatul hilal dari pemerintah atau otoritas keagamaan setempat, sehingga bisa jadi berbeda satu atau dua hari dari perkiraan ini. Sebaiknya Sobat Wakaf terus memantau pengumuman resmi agar tidak keliru dalam menentukan waktu beribadah.

Dengan mengacu pada perkiraan tersebut, beberapa tanggal penting di bulan Muharram 2026 adalah sebagai berikut:

  • 9 Muharram (Tasu’a): diperkirakan 24 Juni 2026
  • 10 Muharram (Asyura): diperkirakan 25 Juni 2026

Tandai dua tanggal ini baik-baik, Sobat Wakaf! Keduanya adalah hari yang paling istimewa di sepanjang bulan Muharram dan sangat dianjurkan untuk dijadikan hari berpuasa.

Baca Juga: Kapan 1 Muharram 2026 Berlangsung?

Info Puasa Muharram 2026

Bulan Muharram bukan sekadar pergantian angka di kalender Islam. Allah subhanahu wa ta’ala menyebutnya sebagai salah satu dari empat bulan haram, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan dan memiliki kehormatan tersendiri. Setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya dipercaya mendapat ganjaran yang lebih besar dibanding bulan-bulan biasanya. Tidak heran jika para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah selama bulan ini berlangsung.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah subhanahu wa ta’ala yang disebut Muharram. Sabda beliau ini menjadi landasan kuat mengapa bulan ini begitu istimewa dalam tradisi ibadah umat Islam. Maka, sangat rugi rasanya jika Sobat Wakaf membiarkan bulan penuh kemuliaan ini berlalu tanpa satu pun amalan yang dipersiapkan dengan serius.

Puasa Tasu’a (9 Muharram)

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari ke-9 bulan Muharram. Secara harfiah, kata “tasu’a” berasal dari bahasa Arab yang berarti sembilan, merujuk langsung pada posisinya di bulan tersebut. Ibadah ini dianjurkan sebagai pelengkap dari puasa Asyura yang dikerjakan sehari setelahnya, sehingga keduanya sering disebut sebagai pasangan puasa yang saling melengkapi.

Menurut riwayat, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyampaikan keinginan beliau untuk turut berpuasa pada tanggal 9 Muharram di tahun berikutnya, sebagai bentuk pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke-10. Sayangnya, beliau wafat sebelum sempat menunaikan niat tersebut. Meski begitu, para ulama menyepakati bahwa puasa Tasu’a tetap sangat dianjurkan untuk dikerjakan, dan Sobat Wakaf bisa menjadikannya sebagai bagian dari agenda ibadah yang sudah direncanakan dari jauh hari.

Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang jatuh pada hari ke-10 bulan Muharram dan merupakan salah satu puasa sunnah yang paling dikenal luas di kalangan umat Islam. Keutamaannya sungguh luar biasa, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyampaikan bahwa berpuasa pada hari ini dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Tentu ini menjadi kabar gembira yang membuat siapa pun semakin bersemangat untuk tidak melewatkannya.

Hari Asyura juga menyimpan nilai sejarah yang sangat dalam bagi umat Islam dan bahkan umat-umat sebelumnya. Diyakini bahwa pada hari inilah Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan Nabi Musa alaihis salam beserta Bani Israil dari kejaran Firaun dengan membelah lautan. Sebagai wujud syukur atas pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala tersebut, Nabi Musa alaihis salam berpuasa, dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun meneruskan tradisi mulia ini serta menganjurkan seluruh umatnya untuk turut melakukannya.

Niat dan Tata Cara Puasa di Bulan Muharram

Tata cara pelaksanaan puasa di bulan Muharram pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya. Sobat Wakaf perlu berniat, menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, lalu menyegerakan berbuka saat waktunya tiba. Tidak ada syarat khusus yang memberatkan, selama niatnya lurus karena Allah subhanahu wa ta’ala, insyaAllah ibadah ini diterima.

Hal penting yang perlu Sobat Wakaf ketahui, niat puasa sunnah boleh diucapkan kapan saja sebelum masuk waktu zuhur, selama belum ada hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Ini berbeda dengan puasa wajib di bulan Ramadan yang niatnya harus dilakukan sebelum subuh. Kemudahan ini diberikan agar tidak ada alasan bagi kita untuk melewatkan ibadah sunnah yang penuh pahala ini.

Baca Juga: Apa Kejadian di 10 Muharram? Simak Kisahnya!

Niat Puasa Tasu’a

Bagi Sobat Wakaf yang akan melaksanakan puasa pada hari ke-9 Muharram, berikut adalah lafaz niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: Saya niat berpuasa Tasu’a, sunnah karena Allah Ta’ala.

Niat ini pada dasarnya cukup dihadirkan dalam hati dengan penuh kesungguhan, karena niat memang tempatnya di hati. Melafazkannya secara lisan hukumnya sunnah dan bertujuan untuk membantu menghadirkan kekhusyukan sebelum memulai ibadah. Sobat Wakaf bisa membaca niat ini pada malam sebelum hari ke-9 Muharram agar lebih siap saat fajar tiba.

Niat Puasa Asyura

Untuk puasa pada hari ke-10 Muharram, berikut lafaz niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat berpuasa Asyura, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Pastikan Sobat Wakaf mempersiapkan sahur dengan makanan bergizi yang cukup agar kuat menjalani puasa sepanjang hari. Jangan lupa juga untuk menjaga lisan dan perilaku agar puasa yang dijalankan benar-benar membawa keberkahan, bukan sekadar menahan lapar dan haus semata. Dengan persiapan yang baik, insyaAllah ibadah ini akan terasa lebih bermakna dan menyenangkan.

Amalan Lain yang Bisa Dilakukan di Bulan Muharram

Selain berpuasa, ada banyak amalan sunnah lain yang bisa Sobat Wakaf lakukan selama bulan Muharram untuk memaksimalkan keberkahan di bulan yang istimewa ini. Di antaranya adalah memperbanyak membaca Al Quran, berzikir, bersedekah, dan mempererat tali silaturahmi dengan keluarga maupun sesama. Semua amalan tersebut memiliki nilai yang lebih tinggi ketika dikerjakan di bulan-bulan yang Allah subhanahu wa ta’ala muliakan.

Salah satu amalan yang juga sangat bernilai adalah berwakaf. Wakaf termasuk dalam kategori sedekah jariyah yang pahalanya tidak terputus meski orang yang berwakaf sudah berpulang ke rahmatullah. Di momen pergantian tahun Hijriah ini, Sobat Wakaf bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk diwakafkan demi kemaslahatan umat yang berkelanjutan.

Itulah tadi info puasa Muharram 2026 yang bisa kita terapkan. Sebagaimana kita ketahui, bulan Muharram adalah anugerah yang Allah subhanahu wa ta’ala hadirkan agar kita bisa membuka lembaran baru tahun Hijriah dengan semangat ibadah yang lebih segar dan penuh harapan. Jangan sampai momen bersejarah ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak kebaikan yang berarti.

Semoga kita semua diberikan kesehatan, kemudahan, dan keistikamahan untuk menjalankan berbagai ibadah di bulan Muharram 1448 H ini dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Mari jadikan setiap hari di bulan yang mulia ini sebagai peluang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan meraih ridha-Nya.

Yuk, klik tombol di bawah!

Leave a Comment