Warga dunia bertanya-tanya tentang penyebab banjir bandang Nepal mengingat dahsyatnya banjir bandang yang terlihat dari sejumlah video yang beredar di internet beberapa pekan lalu. Dalam video tersebut memperlihatkan bagaimana arus derasnya menghanyutkan bangunan, kendaraan, hingga benda-benda yang berada di jalurnya.
Bencana banjir bandang ini terjadi di sekitar Distrik Rasuwa yang merupakan wilayah perbatasan antara Nepal dan Tibet. Awalnya muncul dugaan gempa menjadi penyebab awal terjadinya banjir bandang. Namun akhirnya informasi tersebut ditepis dan disebutkan bahwa peristiwa banjir bandang ini melibatkan runtuhan es/gletser.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab banjir bandang Nepal, simak penjelasan di bawah ini!
Daftar Isi
Penyebab Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang di Nepal pada tanggal 26 Agustus 2026 ini memiliki karakter yang tidak bisa, Jika biasanya banjir bandang diawali karena hujan, sedangkan bencana ini diawali dengan runtuhan besar gletser dan batuan di kawasan himalaya, tepatnya di kawasan pegunungan yang dekat dengan perbatasan Nepal dan Tibet.
Material gletser dan batuan ini kemudian jatuh dan bergerak menuruni lereng. Selagi menuruni lereng, aliran tersebut turut menyeret batu, tanah, dan sedimen kemudian masuk ke dalam aliran Sungai Lhende Khola dan Sungai Trishuli. Campuran dari air sungai, lumpur, gletser, dan berbagai material tersebut kemudian berubah menjadi aliran debris yang sangat kuat.
Baca Juga: Kapan Musim Hujan 2026 Berlangsung?
Kondisi geografis Nepal yang didominasi pegunungan tinggi, lereng curam, serta lembah sungai ikut memperburuk situasi tersebut. Ketika material dalam jumlah sangat besar jatuh dari ketinggian, maka gravitasi membuatnya bergerak sangat cepat menuju wilayah yang lebih rendah.
Daerah–daerah yang berada di sepanjang aliran sungai menjadi yang paling keras diterpa banjir dan material longsoran. Selain bangunan-bangunan yang hancur dihantam banjir, Reuters juga menyebutkan bahwa ada lebih dari 1.250 orang yang meninggal dunia dan masih ada 4.200 orang yang dinyatakan hilang. Hingga saat ini pun proses evakuasi masih berlangsung.
Meskipun para ilmuwan belum menyebutkan secara pasti penyebab terjadinya runtuhan gletser, banyak yang menduga hal ini terjadi karena pegunungan Himalaya yang mengalami pemanasan dan menyebabkan Himalaya kehilangan massa gletser dalam beberapa dekade terakhir. Oleh karena itu, perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang banyak diperhatikan sebagai penyebab terjadinya bencana tersebut.
Perubahan Iklim dan Meningkatnya Risiko Bencana
Perubahan iklim menjadi salah satu hal yang berdampak besar pada kondisi lingkungan di berbagai belahan dunia. Dalam peristiwa bencana banjir bandang di Nepal, banyak yang menyoroti dugaan penyebab terjadinya runtuhan gletser di Himalaya yang mengakibatkan banjir bandang di Nepal adalah karena perubahan iklim.
Tak hanya di Himalaya, Indonesia pun turut mengalami dampak dari perubahan iklim tersebut. Dari mulai cuaca yang semakin sulit diprediksi, kemarau yang terasa lebih panjan dan lebih kering, kebakaran hutan dan lahan yang meningkat, hingga sektor pertanian dan ketahanan pangan yang ikut terdampak. Kondisi ini tidak hanya berdampak kepada lingkungan, tetapi juga terhadap masyarakat secara langsung.
Sebagai khalifah di bumi, manusia diberi amanah oleh Allah SWT untuk menjaga bumi dan tidak melakukan kerusakan di dalamnya, seperti firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)
Ayat ini kembali mengingatkan bahwa manusia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Maka dari itu, dalam menghadapi perubahan iklim, kita bukan hanya berbicara soal bagaimana manusia beradaptasi dengan bencana, tetapi juga bagaimana mengurangi tindakan yang dapat memperburuk kerusakan alam.
Menjaga Alam sebagai Amanah Allah
Allah SWT menciptakan bumi dan seantero alam bukan hanya untuk sekedar tempat manusia hidup, tapi juga memiliki manfaat yang bisa dirasakan oleh seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sebagai khalifah di bumi, manusia diberi amanah untuk bertanggungjawab untuk memanfaatkan alam dengan bijak dan menjaganya agar terhindar dari kerusakan.
Baca Juga: Ciri Kiamat, Semakin Banyak Senjata Nuklir?
Menjaga alam sebagai aman dari Allah dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, di antaranya seperti:
Menggunakan Sumber Daya Secukupnya
Islam telah mengajarkan agar umatnya menjauhi perbuatan Israf, atau perilaku berlebih-lebihan. Prinsip ini patut diterapkan dalam penggunaan sumber daya di bumi seperti air, listrik, makanan, ataupun sumber daya alam lainnya. Dengan menggunakan sumber daya alam secukupnya, turut mencegah pemborosan dan menjaga ketersediaan sumber daya untuk kehidupan berkelanjutan.
Merawat Tumbuhan dan Pepohonan
Tumbuhan dan pepohonan memiliki peran penting dalam kehidupan, sebagai penghasil oksigen, membantu penyerapan air, hingga menjadi habitat untuk berbagai makhluk hidup. Oleh karena itu, menanam dan merawat tumbuhan juga pepohonan salah satu bentuk sederhana untuk membantu menjaga alam.
Menjaga Kebersihan Lingkungan
Menjaga kebersihan dikatakan sebagai sebagian dari iman, karena itu penting bagi seorang muslim untuk turut menjaga kebersihan lingkungannya. Membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu contoh yang paling mudah dilakukan. Karena sampah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air dan dapat memperbesar risiko banjir.
Menghemat Air
Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting. Islam telah mengajarkan agar manusia tidak menyia-nyiakan air, bahkan ketika berwudhu. Menghemat air, menjaga sumber mata air, serta tidak mencemarinya merupakan bentuk menjaga nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Tidak Melakukan Kerusakan
Islam melarang manusia melakukan tindakan yang menyebabkan kerusakan. Penebangan hutan secara berlebihan, pencemaran air, perusakan ekosistem, dan tindakan lain yang merugikan lingkungan perlu dihindari karena dampaknya dapat dirasakan oleh banyak makhluk.
Menjaga alam dapat dilakukan dengan memulai kepedulian terhadap lingkungan di sekitar kita. Terjadinya banjir bandang di Nepal menjadi salah satu pengingat bahwa bencana dapat terjadi melalui berbagai proses alam yang tidak selalu dapat diprediksi. Manusia dengan segala keterbatasannya, tidak bisa melampaui takdir Allah SWT.
Namun dengan memahami penyebab banjir bandang Nepal, kita bisa sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Sebagai manusia yang diberi amanah untuk menjaga bumi, sudah selayaknya kita turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan dan sekaligus membantu sesama.
Yuk, klik tombol di bawah!
