Doa Awal Bulan Safar

Sobat Wakaf, membaca doa awal bulan Safar adalah salah satu upaya untuk kita memperbanyak amalan di bulan ini. Bulan kedua dalam kalender Hijriah ini memang lekat dengan mitos kesialan di kalangan masyarakat Arab pada masa lalu. Namun, Islam datang untuk meluruskan pandangan tersebut dan mengajarkan bahwa setiap bulan pada dasarnya membawa kebaikan bagi siapa saja yang mengisinya dengan ketaatan.

Oleh karena itu, mari sama-sama kita memahami makna dan bacaan doa awal bulan Safar yang bisa diamalkan, hingga berbagai amalan sunnah lain yang bisa memperkaya ibadah sepanjang bulan ini. 

Yuk, simak sampai habis!

Mengenal Makna dan Sejarah Bulan Safar

Asal Usul Nama Safar

Kata Safar dalam bahasa Arab memiliki arti “kosong” atau “sepi”. Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang sering meninggalkan rumah untuk merantau atau berperang pada bulan ini, sehingga permukiman mereka tampak sepi ditinggal penghuninya. Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya turut menjelaskan asal muasal penamaan tersebut, yang menggambarkan kondisi sosial masyarakat Arab pada masa itu.

Seiring waktu, nama Safar tetap dipakai hingga sekarang sebagai penanda bulan kedua dalam kalender Hijriah. Meski demikian, makna “kosong” ini tidak ada hubungannya dengan nasib buruk atau kesialan seperti yang diyakini sebagian orang. Islam justru hadir untuk meluruskan anggapan keliru yang berkembang sejak zaman jahiliyah tersebut.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Rasulullah di Bulan Safar?

Bulan Safar dalam Pandangan Islam

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam secara tegas membantah kepercayaan bahwa bulan Safar membawa kesialan bagi siapa saja yang menjalaninya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Ahmad, beliau menegaskan tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada firasat buruk, dan tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Penegasan ini menjadi dasar penting bagi umat Islam untuk meninggalkan kepercayaan yang tidak berlandaskan dalil.

Dengan pemahaman ini, Sobat Wakaf bisa menyambut bulan Safar dengan lapang hati tanpa dibayangi kekhawatiran berlebihan. Islam mengajarkan bahwa segala ketentuan baik maupun buruk sepenuhnya berada di tangan Allah subhanahu wa ta’ala, bukan ditentukan oleh nama bulan tertentu. Sikap tawakal dan husnuzan kepada Allah subhanahu wa ta’ala jauh lebih dianjurkan dibandingkan mempercayai mitos turun-temurun.

Bacaan Doa Awal Bulan Safar

Salah satu doa awal bulan Safar  yang cukup populer dibacakan adalah yang bersumber dari kitab Mandzumah Syarhil Atsar fi Ma Warada ‘an Syahri Shafar karya Habib Abu Bakar Al-‘Adni. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari keburukan serta harapan agar diberikan keselamatan sepanjang bulan Safar. Berikut lafaz lengkapnya yang bisa Sobat Wakaf amalkan:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِيْ فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, semoga selawat Allah tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman ini dan penghuninya, dan aku memohon dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan kesucian-Mu, agar Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan siapa saja yang diliputi kasih sayang hatiku dari keburukan tahun ini. Jagalah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya, dan palingkanlah dariku keburukan bulan Safar, wahai Zat Yang Maha Mulia pandangan-Nya. Akhirilah bagiku di bulan dan masa ini dengan keselamatan dan kesejahteraan, bagiku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, serta seluruh kaum muslimin.

Secara garis besar, doa tersebut memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai Zat Yang Maha Kuat agar melindungi diri, keluarga, serta orang-orang yang dicintai dari segala bentuk keburukan di bulan ini. Doa ini juga mengandung harapan agar diakhiri dengan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga. Sobat Wakaf dapat membacanya sendiri maupun bersama keluarga sebagai bentuk ikhtiar batin menyambut bulan baru, baik setelah salat fardu maupun salat sunnah.

Amalan Sunnah Lain di Bulan Safar

Memperbanyak Zikir dan Sedekah

Selain membaca doa, Sobat Wakaf juga dianjurkan memperbanyak zikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, dan tahlil sepanjang bulan Safar. Amalan ringan ini bisa dilakukan kapan saja, baik setelah salat, dalam perjalanan, maupun di sela-sela aktivitas harian. Zikir menjadi cara sederhana untuk senantiasa mengingat Allah subhanahu wa ta’ala di tengah kesibukan duniawi.

Tidak kalah penting, sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang bulan ini, meski tidak ada dalil khusus yang menyebutkan keutamaan sedekah pada bulan Safar secara spesifik. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda bahwa sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Bagi Sobat Wakaf yang ingin menyalurkan sedekah, wakaf bisa menjadi pilihan amalan yang pahalanya terus mengalir meski sudah lama ditunaikan.

Puasa Sunnah dan Salat Malam

Bulan Safar juga menjadi waktu yang baik untuk menghidupkan kembali puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, puasa Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Hijriah, maupun puasa Dawud bagi yang mampu menjalankannya secara rutin. Puasa sunnah ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga melatih kesabaran dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Sobat Wakaf bisa menyesuaikan jenis puasa sunnah dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Selain puasa, mendirikan qiyamullail atau salat malam juga sangat dianjurkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Waktu sepertiga malam terakhir dikenal sebagai momen mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan. Dengan rutin melaksanakan salat malam, Sobat Wakaf bisa merasakan ketenangan batin yang sulit didapatkan di waktu-waktu lain.

Baca Juga: Apakah Safar Bulan Sial?

Pada akhirnya, seluruh amalan yang dianjurkan di bulan Safar bermuara pada satu tujuan, yaitu mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhkan diri dari kepercayaan yang tidak berdasar. Sobat Wakaf tidak perlu khawatir berlebihan terhadap bulan ini, sebab Islam telah menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan.

Jangan lupa untuk terus menghidupkan amalan kebaikan, termasuk menyalurkan sedekah maupun wakaf, sebagai bekal pahala yang tidak akan terputus. Mari sambut setiap bulan dalam kalender Hijriah dengan semangat ibadah yang sama, tanpa terpengaruh mitos maupun kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Yuk, klik tombol di bawah!

Leave a Comment