Sobat Wakaf, ada gak sih larangan di bulan Muharram yang harus kita hindari? Nah faktanya, selain dianjurkan memperbanyak ibadah, ternyata ada juga loh sejumlah larangan di bulan Muharram yang penting untuk dipahami agar keberkahan bulan ini tidak ternodai oleh hal-hal yang justru mendatangkan dosa. Larangan-larangan ini bukan aturan tanpa dasar, melainkan punya makna mendalam yang berkaitan langsung dengan kemuliaan waktu di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Mungkin Sobat Wakaf sudah cukup akrab dengan anjuran puasa Asyura atau puasa Tasu’a di bulan ini. Namun, tidak sedikit yang belum sadar bahwa Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram yang memiliki sejumlah pantangan khusus. Yuk, simak penjelasannya supaya kita bisa menjalani bulan ini dengan lebih bijak dan penuh keberkahan.
Daftar Isi
Kenapa Bulan Muharram Istimewa?
Muharram masuk dalam golongan asyhurul hurum atau empat bulan haram, bersama Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Status ini disebutkan langsung dalam Al Quran surah At-Taubah ayat 36, di mana Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa di antara dua belas bulan, ada empat bulan yang dimuliakan dan manusia dilarang menzalimi diri sendiri di dalamnya. Karena kemuliaannya inilah, para ulama menjelaskan bahwa pahala kebaikan dan dosa keburukan sama-sama dilipatgandakan selama bulan-bulan tersebut.
Itu sebabnya, Muharram menjadi momentum yang pas untuk introspeksi diri sekaligus menjaga sikap dan perbuatan. Bukan cuma soal menambah amalan sunnah, tapi juga soal menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi keberkahannya. Berikut lima hal yang sebaiknya Sobat Wakaf hindari selama bulan mulia ini.
Baca Juga: 5 Peristiwa di Bulan Muharram yang Wajib Kamu Tahu
5 Larangan di Bulan Muharram
1. Berbuat Zalim
Larangan di bulan Muharram sebetulnya sama dengan larangan di bulan-bulan lainnya. Namun yang paling mendasar yang disebut langsung dalam Al Quran adalah berbuat zalim. Dalam tafsirnya, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa larangan ini mencakup segala bentuk maksiat, baik yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, karena bobot dosa dan pahala di bulan haram jauh lebih besar dibanding bulan biasa. Imam Qatadah bahkan menegaskan bahwa kezaliman yang dilakukan di bulan-bulan ini dosanya lebih berat dibandingkan kezaliman serupa di waktu lain.
Praktiknya bisa sesederhana menunda-nunda salat, bersikap curang dalam pekerjaan, atau menyakiti hati keluarga sendiri. Semua itu termasuk bentuk kezaliman yang sebaiknya kita hindari, apalagi di bulan yang penuh berkah ini. Daripada sibuk menuntut hak dari orang lain, lebih baik Sobat Wakaf memanfaatkan momen ini untuk introspeksi dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
2. Memulai Peperangan atau Konflik
Sejak zaman dahulu, Muharram dikenal sebagai bulan damai di mana umat Islam dianjurkan menahan diri dari peperangan dan konflik bersenjata. Memang para ulama berbeda pendapat soal apakah larangan ini masih berlaku secara hukum atau sudah tidak lagi mengikat. Sebagian berpendapat ketentuan ini telah berubah seiring turunnya ayat-ayat jihad, sementara sebagian lain meyakini semangat menjaga perdamaian di bulan haram tetap relevan hingga sekarang.
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, semangat yang bisa kita ambil jelas, hindari permusuhan dan pertengkaran, baik dalam skala besar maupun kecil. Bertengkar dengan tetangga, bersitegang di media sosial, atau menyimpan dendam pada saudara juga termasuk bentuk konflik yang sebaiknya dijauhi. Lebih baik gunakan bulan ini untuk mempererat silaturahmi dan memperbanyak sikap saling memaafkan.
3. Melakukan Perbuatan Maksiat
Sama seperti pahala kebaikan yang berlipat ganda, dosa maksiat yang dilakukan di bulan haram juga punya bobot lebih berat. Majelis Ulama Indonesia menyebut sejumlah contoh maksiat yang perlu dihindari, mulai dari meninggalkan salat, mengonsumsi makanan dan harta yang tidak halal, hingga perbuatan zina dan mabuk-mabukan. Semua perbuatan ini sebenarnya dilarang sepanjang tahun, namun dosanya menjadi lebih besar ketika dilakukan di bulan mulia seperti Muharram.
Momen pergantian tahun Hijriah ini sebenarnya cocok dijadikan titik balik untuk memperbaiki diri. Daripada terus mengulang kesalahan yang sama, Sobat Wakaf bisa menjadikan Muharram sebagai awal yang baru untuk lebih disiplin beribadah. Sedikit demi sedikit, kebiasaan buruk bisa dikurangi sambil memperbanyak amalan yang mendatangkan pahala.
4. Mengerjakan Bid’ah dalam Beribadah
Di hari Asyura, ada saja sebagian kelompok yang memperingatinya dengan cara-cara yang menyimpang dari tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, misalnya dengan ritual berlebihan hingga menyakiti tubuh sendiri sebagai bentuk ratapan. Cara-cara semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan justru termasuk perbuatan bid’ah yang perlu dihindari. Ironisnya, niat awal yang mungkin baik justru bisa berujung pada dosa karena caranya menyimpang dari syariat.
Padahal, amalan yang dianjurkan di hari Asyura sebenarnya sederhana saja, berpuasa, memperbanyak doa, sedekah, dan zikir. Tidak perlu menambah-nambah ritual yang tidak ada dasarnya hanya demi terlihat khusyuk atau berbeda dari biasanya. Ikuti saja apa yang sudah dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, karena itu sudah cukup untuk meraih keutamaan bulan ini.
5. Berkata Kasar dan Menyakiti Perasaan Sesama
Larangan berperang di bulan Muharram ternyata tidak hanya berlaku untuk pertumpahan darah secara fisik, tapi juga mencakup “peperangan” lewat lisan. Berkata kasar, menyindir, atau melontarkan ucapan yang menyakitkan hati orang lain termasuk perbuatan yang sebaiknya dijauhi, apalagi di bulan yang dimuliakan ini. Lisan yang tidak terjaga bisa merusak hubungan persaudaraan yang sudah terjalin lama, bahkan menimbulkan luka yang sulit disembuhkan.
Baca Juga: Apa Hukum Puasa Muharram?
Daripada melukai perasaan orang lain lewat kata-kata, lebih baik gunakan lisan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sobat Wakaf bisa memperbanyak ucapan zikir, doa, atau sekadar kata-kata baik kepada keluarga dan teman. Kebiasaan menjaga lisan ini, kalau dilatih terus-menerus, lama-lama akan menjadi karakter yang melekat bukan cuma di bulan Muharram saja.
Begitulah lima larangan di bulan Muharram yang penting Sobat Wakaf pahami, mulai dari berbuat zalim, memicu konflik, bermaksiat, melakukan bid’ah, hingga berkata kasar kepada sesama. Kelimanya sebenarnya bukan hal asing, karena pada dasarnya semua itu memang dilarang dalam Islam kapan pun waktunya. Hanya saja, di bulan haram seperti Muharram, dampaknya menjadi lebih berat sehingga kita perlu lebih berhati-hati menjaga sikap dan ucapan.
Semoga dengan memahami larangan-larangan ini, Sobat Wakaf bisa menjalani Muharram dengan lebih tenang dan penuh keberkahan. Jangan lupa imbangi dengan memperbanyak amal saleh, termasuk sedekah dan wakaf, supaya momentum tahun baru Hijriah ini benar-benar membawa perubahan yang lebih baik.
Yuk, klik tombol di bawah!
