Menjalankan puasa ayyamul bidh September adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan. Bagi Sobat Wakaf yang ingin memaksimalkan pahala di pertengahan bulan Hijriah, penting untuk mengetahui kapan tepatnya jadwal pelaksanaannya di bulan ini.
Nah, agar Sobat Wakaf tidak sampai terlewat, yuk simak pembahasan lengkap seputar niat, keutamaan, hingga jadwal puasa Ayyamul Bidh September. Dengan begitu, Sobat Wakaf bisa mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaannya tiba.
Daftar Isi
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Makna dan Keutamaan di Baliknya
Ayyamul bidh secara bahasa berarti “hari-hari putih”, merujuk pada tiga malam di pertengahan bulan Hijriah saat bulan purnama bersinar terang. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, tidak peduli bulan tersebut berjumlah 29 atau 30 hari. Keistimewaannya terletak pada pahala yang dijanjikan, yakni setara dengan berpuasa sepanjang tahun jika dilakukan rutin setiap bulan.
Hal ini bukan sekadar klaim tanpa dasar, sebab keutamaannya bersumber langsung dari hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sendiri dikenal sangat menjaga amalan ini bahkan ketika sedang dalam perjalanan jauh. Konsistensi inilah yang menjadikan ayyamul bidh sebagai salah satu sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Islam.
Baca Juga: Kapan Kemarau di Indonesia 2026 Berakhir?
Dalil dan Anjuran dari Hadis
Anjuran menjalankan puasa ini tercantum dalam riwayat Abu Hurairah, yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpesan untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, disertai shalat Dhuha dan witir sebelum tidur. Riwayat lain dari Ibnu Abbas juga menegaskan bahwa Nabi jarang meninggalkan puasa pada hari-hari bulan purnama ini. Kedua riwayat tersebut menjadi landasan kuat mengapa ayyamul bidh layak menjadi rutinitas ibadah bulanan.
Selain dari sisi pahala, para ulama juga menjelaskan bahwa puasa tengah bulan ini memiliki hikmah tersendiri bagi kesehatan tubuh. Tubuh mendapatkan jeda dari pola makan berlebih sekaligus melatih pengendalian diri secara berkala. Jadi, ibadah ini sejatinya membawa manfaat ganda, baik untuk ruhani maupun jasmani.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Tanggal Pelaksanaan Berdasarkan Kalender Hijriah
Mengacu pada kalender Hijriah 1448 H yang dikeluarkan Kementerian Agama, pertengahan bulan Rabiul Akhir jatuh pada akhir September 2026. Sobat Wakaf dapat menjalankan ibadah ini pada Jumat, 25 September 2026 yang bertepatan dengan 13 Rabiul Akhir 1448 H. Hari berikutnya, Sabtu 26 September 2026 bertepatan dengan 14 Rabiul Akhir, dan ditutup pada Minggu 27 September 2026 yang jatuh pada 15 Rabiul Akhir 1448 H.
Menariknya, hari pertama pelaksanaan bertepatan dengan hari Jumat, salah satu hari terbaik dalam Islam sehingga bisa memperoleh lebih banyak keberkahan. Kombinasi semacam ini tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Pastikan untuk mencatat ketiga tanggal tersebut agar tidak terlewat di tengah kesibukan.
Bacaan Niat yang Perlu Diketahui
Sebelum menjalankan ibadah ini, Sobat Wakaf perlu melafalkan niat sebagai penanda kesungguhan hati. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.
Niat ini bisa dibaca sejak malam hari sebelum imsak, namun juga tetap sah jika diucapkan pada pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar. Fleksibilitas ini menjadikan ayyamul bidh sebagai ibadah yang ramah untuk dijalankan siapa saja, termasuk bagi yang memiliki jadwal harian yang padat.
Baca Juga: 5 Dampak Kekeringan di Indonesia
Menjalankan puasa sunnah di pertengahan bulan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, melainkan juga momentum untuk melatih keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Sobat Wakaf bisa melengkapi ibadah puasa ini dengan menghidupkan semangat berbagi, misalnya melalui sedekah atau wakaf yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada.
Semoga jadwal yang telah dipaparkan di atas dapat membantu Sobat Wakaf dalam merencanakan ibadah bulan ini dengan lebih matang. Jangan lupa untuk terus menjaga niat dan konsistensi, sebab pahala terbesar seringkali lahir dari amalan kecil yang dilakukan secara istiqamah. Mari jadikan setiap pertengahan bulan Hijriah sebagai momen untuk memperbanyak kebaikan, baik lewat ibadah puasa maupun berbagi lewat wakaf.
Yuk, klik tombol di bawah!
