3 Amal yang Tidak Terputus, Apa Saja?

Setelah meninggal, ternyata ada 3 amal yang tidak terputus meskipun kita sudah tidak bernyawa. Islam sendiri sering menyebutnya dengan istilah Amal Jariyah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang amalan yang tidak terputus ini.

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Memiliki amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir tentu menjadi impian banyak muslim. Dari hadits di atas dijelaskan bahwa adanya 3 perkara yang dapat terus memberikan manfaat bagi seseorang setelah meninggal dunia. Bukan hanya sekedar tentang berapa banyak harta yang ditinggalkan, tetapi juga manfaat yang ditinggalkan dan kebaikan yang terus berlanjut.

Lantas, seperti apa 3 amal yang tidak terputus tersebut? Yuk simak!

3 Amal yang Tidak Terputus

Ilmu yang Bermanfaat

Islam selalu mendorong umatnya untuk selalu berbagi ilmu dengan sesama. Melalui ilmu bisa menjadi jalan seseorang untuk mengenal Allah, memahami agama, sampai melakukan kebajikan. Ilmu yang diajarkan ke orang lain, lalu dimanfaatkan untuk hal baik oleh mereka, akan menjadi ladang pahala bagi orang yang mengajarkannya walaupun ia telah wafat.

Ilmu yang bermanfaat tidak hanya berbicara tentang ilmu agama saja. Ilmu duniawi pun bisa menjadi sarana kebaikan, selama ilmu tersebut baik, halal, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Contohnya seperti seorang guru ngaji yang mengajarkan muridnya membaca Al-Quran. Saat sang murid mampu membaca dan memahami Al-Quran, guru tersebut turut mendapat pahala kebaikannya. Kemudian murid tersebut mengajarkannya lagi kepada orang lain, kebaikan dari ilmu tersebut akan terus berkembang.

Begitu pula saat seseorang mengajarkan keterampilan seperti menjahit kepada temannya, agar temannya tersebut dapat mencari nafkah. Manfaat yang dirasakan dari ilmu tersebut tidak hanya dirasakan oleh temannya saja, tapi keluarga nya pun turut terbantu.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

“Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa mengajak atau membantu orang lain menuju kebaikan memiliki keutamaan. Dari sini kita dapat memahami bahwa ilmu yang disampaikan dan kemudian diamalkan orang lain dapat menjadi bagian dari amal yang manfaatnya terus berkembang.

Baca Juga: Apa Amal yang Paling Berat Timbangannya di Hari Akhir?

Anak Saleh yang Mendoakan Orang Tua nya

Anak merupakan salah satu amanah yang berikah Allah SWT kepada para orang tua. Islam sendiri mengajarkan bahwa tanggung jawab orang tua kepada anaknya bukan hanya tentang urusan lahiriah saja, tetapi juga kewajiban untuk mengenalkan Allah kepada mereka, mendidik akhlak yang baik, dan mengajarkan tentang agama.

Mendidik anak menjadi saleh bukanlah perkara sederhana. Maka dari itu imbalan dari perjuangan orang tua yang bersungguh-sungguh mendidik anaknya menjadi anak soleh pun sangat istimewa. Doa dari anak yang saleh menjadi salah satu bentuk kebaikan yang dapat terus memberikan manfaat bagi orang tuanya.

Doa untuk Kedua Orang Tua

Salah satu bentuk bakti anak kepada orang tua adalah mendoakan mereka. Bahkan setelah orang tua meninggal dunia, seorang anak tetap dapat menunjukkan baktinya melalui doa.

Dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 24, Allah SWT mengajarkan sebuah doa untuk kedua orang tua:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا ۗ ۝٢٤

Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangiku pada waktu aku kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

Doa tersebut menunjukkan bagaimana seorang anak memohon kepada Allah SWT agar memberikan kasih sayang kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk balasan atas kasih sayang yang telah diberikan ketika mereka masih kecil. Ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan senantiasa mendoakan orang tuanya, hubungan kebaikan tersebut tetap memiliki makna bahkan setelah orang tua meninggal dunia.

Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah menjadi salah satu amal yang pahalanya tidak terputus meskipun telah meninggal. Sedekah jariyah sendiri dapat dipahami sebagai sedekah yang manfaatnya terus berlangsung dan berkelanjutan. Selama manfaat dari pemberian tersebut masih dirasakan oleh orang lain, meskipun seorang muslim tersebut telah meninggal diharapkan pahala dari amalan tersebut terus mengalir.

Sedekah memiliki keutamaan sendiri dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 261:

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini menunjukkan keistimewaan bersedekah bagi Allah SWT, bahkan Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda dari harta yang disedekahkan. 

Berbeda dengan sedekah yang manfaatnya mungkin dirasakan dalam satu waktu, sedekah jariyah memiliki manfaat yang dapat berlangsung lebih lama. Misalnya, seseorang memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan. Sedekah tersebut tentu bernilai kebaikan. Namun, ketika seseorang menyediakan sumber air yang dapat digunakan masyarakat selama bertahun-tahun, manfaat dari pemberian tersebut dapat terus dirasakan.

Wakaf sebagai bentuk sedekah jariyah

Salah satu bentuk amal yang erat kaitannya dengan sedekah jariyah adalah wakaf. Melalui wakaf, seseorang dapat menyerahkan hartanya atau manfaat dari hartanya untuk digunakan bagi kepentingan yang sesuai dengan ketentuaan syariat Islam.

Salah satu wakaf yang paling banyak dikenal masyarakat adalah wakaf masjid, saat seseorang menyerahkan tanah, uang, atau fasilitas lainnya untuk kebutuhan pembangunan atau renovasi masjid secara berkelanjutan. Selama masjid itu digunakan untuk salat, belajar Al-Quran, dan kegiatan kebaikan lainnya, manfaatnya dapat terus dirasakan baik oleh masyarakat ataupun orang yang berwakaf.

Baca Juga: Perintah Sholawat Nabi Ternyata Ada di Al Qur’an

Dari penjelasan mengenai 3 amal yang tidak terputus di atas, dapat dipahami bahwa kebaikan tidak selalu berakhir ketika kehidupan di dunia selesai. Ilmu yang bermanfaat, anak saleh yang mendoakan orang tuanya, dan sedekah jariyah dapat menjadi jalan bagi seorang Muslim untuk terus meninggalkan manfaat. Salah satunya melalui wakaf, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang dalam jangka panjang.

Yuk, klik tombol di bawah!

Leave a Comment